Rehat Mata

Rehat Mata
Bramantio
About this entry
You’re currently reading “Rehat Mata,” an entry on Solitude Solitaire
- Telah Diterbitkan:
- Mei 31, 2009 / 6:55 am
- Kategori:
- Galeri, Seni & Kebudayaan
- Tag:
- bramantio, kacamata, rehat mata

Rehat Mata
Bramantio
You’re currently reading “Rehat Mata,” an entry on Solitude Solitaire
nice pict…
B)
XHTML: Anda dapat menggunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Ini adalah sebentuk personifikasi segala yang menyesaki relung-relung pikiran di dalam kesendirian dan kesepian. Adakalanya kita begitu tersiksa oleh kesendirian dan kesepian. Tetapi, bukankah sesungguhnya kesendirian dan kesepian adalah dua anugerah terbesar Tuhan kepada manusia karena Dia membuat kita merasakan dua hal yang paling sering dirasakan-Nya?
Blog ini adalah kolaborasi antara Yesaya Sandang dan Bramantio.
Yesaya Sandang. Mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Baginya, tiada hari tanpa memikirkan apa-apa yang mungkin dapat dihadirkan oleh kata dan rasa.
Yesaya Sandang. Lecturer at Satya Wacana Christian University, Salatiga. For him, there is no day without thinking about anything that might be presented by the words and sense.
Bramantio. Mengajar di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Surabaya. Akhir-akhir ini semakin sibuk menggambar masa depan.
Bramantio. Lecturer at Faculty of Humanities, University of Airlangga, Surabaya. Lately, more and more busy drawing the future.
1 Komentar
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]