Reanimasi
Ada dedaunan telah lama mati bahkan sejak masih berupa rekahan pucuk bayi baru menggeliat menghirup hangat pagi
Mengerut kering nyaris arang tak untuk menjelma bara penyangga keredap retihan anak-anak Agni
Meringkuk peluk-memeluk di dalam sebentuk sarang hampa silinder beling
Serupa hibernasi serupa mati suri
Air menggelegak membaptisnya dalam panas duniawi mengembalikan jiwa-jiwa
Melayang timbul tenggelam berputar berlawanan arah langkah jarum jam hingga tarian gaib uap menginsafi tabiat hantu hadir dan sirna begitu saja seolah tak pernah ada
Kedatangan kering kali kedua menghadirkan saling silang sengkarut menumpah ruah menghamparkan ayat-ayat semesta untuk dibaca mata-mata jurutafsir
Segala tanya terjawab
Segala teka-teki terurai
Segala rahasia terbongkar
Namun segala misteri selamanya senyap dalam gelap
~Bramantio
About this entry
You’re currently reading “Reanimasi,” an entry on Solitude Solitaire
- Published:
- December 30, 2011 / 2:13 am
- Category:
- Bahasa & Sastra, Puisi
- Tags:
- agni, air, animasi, animation, arang, ayat, bara, beling, bramantio, daun, dunia, duniawi, gaib, gelap, hampa, hantu, hibernasi, jam, jiwa, kering, kopi, mati, misteri, pagi, panas, Puisi, rahasia, reanimasi, reanimation, sarang, semesta, silinder, tafsir, tanya, tasseography, tasseomancy, teh, teka-teki
1 Comment
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]