Review on Move Heaven N Layer

Review on Move Heaven n Layer
Yesaya Sandang
Konon pascamodernisme berawal dari dunia seni ketika para seniman menjadi begah dengan segala pakem yang ada, dan dibatasi pada pengkotak-kotakan aliran. Kemudian hadirlah mereka yang mengusung narasi-narasi kecil. Karya-karya yang berhamburan di pameran ini jelas mengambarkan betapa art telah lepas dari belenggu normatifnya… postmo indeed.

Salah satu karya Agan Harahap dengan gamblang menangkap gejala tersebut melalui karyanya yang berjudul Beyond Reality… yah, memang tema inilah yang kerap diusung oleh salah satu seniman Indonesia yang berbakat ini. yang dalam waktu dekat karyanya juga akan ditampilkan di Portugal. Agan selalu mencoba untuk mengeksplorasi di luar batas realitas, sehingga karyanya sarat makna yang disertai dengan kritik-kritik sosial. Dalam 4 seri World News ia menghadirkan sebentuk satir terhadap wacana berita dunia yang digempur oleh globe-lisation.

n16832254443_665371_64

Di sisi yang lain Novemto aka Niuku, menghadirkan ilustrasi-ilustrasi yang menggugah imaji. Karya-karyanya bisa jadi merupakan semacam luapan alam bawah sadar yang membawa penikmatnya memasuki citra mereka sendiri…

n16832254443_665372_2831

Ya. Pada akirnya, memang keduanya masih harus menembus batas selanjutnya… karena pertanyaannya kemudian adalah “What’s next?” salah satu kriti terbesar terhadap seni pascamodern adalah kemandegan yang sama yang diidap modernitas (at the end), sehingga kemudian kiranya melalui keduanya dapat hadir sebuah titik balik dalam posmodern art.

“The skylines lit up at dead of night, the air-conditioning systems cooling empty hotels in the desert, and artificial light in the middle of the day all have something both demented and admirable about them: the mindless luxury of a rich civilization, and yet of a civilization perhaps as scared to see the lights go out as was the hunter in his primitive night.” (Jean Baudrillard)

Anyway, salute for both of you, keep rockin guys….


About this entry