Generasi Indie

Generasi Indie dan Kebudayaan

Yesaya Sandang

Manusia dan Kebudayaan

Manusia adalah mahluk yang membudaya. Membudaya, karna manusialah yang membentuk kebudayaannya sendiri. Salah satu dimensi kebudayaan manusia terwujud dari hasil pekerjaannya. Disini pekerjaan manusia diartikan sebagai upaya manusia untuk memahami kenyataan dirinya. Melalui pekerjaannya, manusia mewujudkan bakat-bakat dirinya, mengenal dirinya. Lewat kerjanya manusia menyatakan kebebasan sebagai tuan atas sekelilingnya dengan menghasilkan sesuatu menjadi sesuai keinginannya. Selain itu melalui pekerjaan manusia hendak menyatakan bahwa dirinya adalah mahluk sosial, sebab hasil kerjanya adalah hasil objektifikasi dirinya yang dibalut dalam kreatifitas dan keingginan akan aktualisasi diri yang bisa diakui dan dimanfaatkan oleh orang lain.

Persoalannya sekarang adalah seiring dengan perkembangan jaman, lambat laun manusia sedikit demi sedikit mengalami keterasingan dari hakekatnya tersebut, dimana manusia tidak lagi bekerja sebagai aktualisasi dirinya sebagai mahluk yang membudaya. Kerja manusia direduksi hanya menjadi sekedar aktifitas produksi, yang hasil kerjanya di konversi kedalam nilai ekonomis belaka. Kondisi yang demikian menyebabkan pemiskinan makna hidup yang otentik dari manusia, dari kebebasan dan hakekat asali manusia untuk membudaya. Sehingga pada akhirnya manusia tidak lagi membudaya melainkan hanya sekedar harus (seolah-olah) berbudaya. Ia tidak lagi berperan aktif dalam membentuk melainkan dibentuk, dibentuk oleh suatu fragmentasi sistem sosial yang berbasis pada kepentingan ekonomis belaka. Kebudayaan yang dihasilkan dari orientasi semacam ini mengarah pada “budaya massal”, yaitu suatu budaya tunggal yang berputar pada ritus-ritus ekonomis. Lukacs, seorang pemikir neo-Marxis menyebutnya sebagai komodifikasi. Komodifikasi membawa manusia untuk memuja benda-benda hasil kerjanya dari sudut pandang nilai ekonomis. Lebih lanjut problem yang demikian membuat manusia mengalami reifikasi (Lukacs) dimana dimensi manusia sendiri kemudian direduksi menjadi benda belaka, ia hanya menjadi objek, dan bukan subjek pelaku.

Generasi yang membentuk

Perkembangan jaman tak dapat dianulir lagi. Seluruh dimensi kehidupan manusia berputar pada ritus-ritus ekonomi. Eksistensi manusia sebagai mahluk yang membudaya melalui pekerjaannya semakin kehilangan tempat. Hal ini tidaklah tepat seluruhnya, karena manusia adalah mahluk yang terus bergumul dengan persoalan-persoalan yang dihadapinya terutama dengan aktualisasi dirinya. Ada bagian dari diri manusia yang enggan untuk hanya sekedar dibentuk, melainkan ingin membentuk karena disinilah letak hakekat manusia dan kebudayaan. Disinilah fenomena generasi indie menarik untuk disimak. Generasi yang hadir untuk menjawab tantangan jamannya. Independent, demikian kepanjangan dari Indie yang melekat pada sebutan bagi sekelompok manusia yang dikategorikan sebagai generasi indie. Independent karena mereka bergerak bebas, lintas batas, dan yang tidak mau tunduk pada dominasi bentukan jamannya. Generasi ini sadar betul terhadap kondisi yang sementara mereka hadapi, dimana cengkeraman nilai ekonomis tak dapat terelekan lagi, tetapi tetap mereka bergulat dengan hasrat akan aktualisasi jati dirinya lewat kreatifitas yang dimiliki. Mereka ini adalah generasi yang memilih jalannya sendiri dan tidak dibentuk begitu saja, mereka memilih untukmembentuk daripada dibentuk. Generasi indie dapat dilihat sebagai bentuk dari sekelompok orang yang mencoba untuk keluar dari pemiskinan makna hidup yang otentik. Dari generasi inilah hadir kemudian apa yang disebut sebagai Hobinomik, dimana tantangan ekonomis disikapi dari sesuatu yang benar-benar merupakan kesukaan dalam dirinya. Mereka ini memilih untuk menjawab dengan seruan “do it yourself and do what you love”, atau dengan kata lain lakukan sendiri apa yang sungguh-sungguh menjadi kecintaanmu dan tetap dapat eksis secara ekonomis. Disinilah koherensi manusia sebagai mahluk yang membudaya menemukan tempatnya, dimana pekerjaan mereka datang dari sebuah hasrat terdalam akan aktualisasi jati diri.

Semangat Indie

Generasi indie mencerminkan sebuah keadaan dimana manusia hendak kembali pada kesadaran aslinya, tanpamenutup mata pada realitas yang sementara menyeruak. Mereka tak canggung untuk tampil beda, tak malu-malu untuk mengelaborasi keunikan masing-masing. Mereka tidak mau di reifikasi, melainkan yakin bahwa sejatinya mereka adalah manusia yangDengan kata lain mereka dapat tetap membudaya dan sekaliguseksis secara ekonomis. Generasi indie dalam pergulatannya keluar dari kesadaran palsu yang selama ini mengungkung mereka dan kembali pada kesadaran akan dirinya sebagai mahluk yang membudaya. Karena pada akhirnya manusialah yangmembentuk kebudayaannya. Dari sini dapat kita lihat bahwa generasi indie merupakan semacam counter terhadap budaya yang telah ada dahulu.. Apa yang dilakukan generasi indie pada akhirnya menciptakan sebentuk kebudayaan dengan kesadaran asli dari si subjek. Sehingga dalam prepektif demikian generasi indie ini memang memiliki tendensi atau latar semangat pemberontakan dalam arti yang positif. Karena sesungguhnya yang mereka lakukan tak lain adalah sebuah usaha untuk kembali pada esensi diri mereka yang membudaya. Disinilah semangat indie yang sebenarnya, yaitu semangat untuk menjadi diri sendiri dan membentuk, dan tetap tidak terasing dari interaksi antar budaya., Inilah gambaran generasi indie, generasi yang memiliki semangat perubahan.


About this entry