Jawaban

Jawaban

Bramantio

Pertanyaan itu dilontarkan kepadanya
jawaban pun diberikan
berkali-kali, berulang-ulang
beraneka, simpang siur
membingungkan, menyesatkan dan melahirkan kembali pertanyaan-pertanyaan yang sama
lagi, lagi, lagi….

Karena bukan dia sendiri pemberi jawaban
Adalah para penyembah berhala aksara banal
mengatasnamakan dirinya

Jadi, mari kembali ke asal, ke awal, ke ruh
Alam ruh adalah yang perdana
Dan bukankah aksara membunuh, sedang ruh menghidupkan?

Akan kutanya ia sekali lagi:
Siapa kau?
Tiada yang lebih indah daripada ruh yang mengalami kebangkitan
Menggitakan resah yang selama ini terlalu desah untuk didengar

Aku…
Tafsir atas apa-apa, siapa-siapa
atau bukan apa-apa, bukan siapa-siapa
yang teralami, atau tak
yang terlihat, atau tak
yang terdengar, atau tak
yang tercium, atau tak
yang teraba, atau tak
yang terasa, atau tak
yang ya, atau tak
Tanpa henti, tanpa akhir, tanpa titik, tanpa mutlak

Aku…
Citraan atas apa-apa, siapa-siapa
atau bukan apa-apa, bukan siapa-siapa
mengalir lembut beserta permisi
menghempas liar tak tahu tata
menikam tanpa benci
membuai tanpa cinta

Aku…
Hidup di dalam
Remang-remang yang menyusup lalu mengendap tak mau pergi
bukan terang-benderang sekejap lalu redup lalu lenyap kekal
Terabaikan
Namun menghantui tanpa ampun


About this entry