Mata Air Mata

Mata Air Mata

Bramantio

Mereka datang mereka pergi
Singgah sesaat menebar harapan semu serupa cahaya bulan dalam cermin kusam
Mengakarkan rasa dalam-dalam
Meninggalkan luka tak punya usai
Berlalu begitu saja menuju hati yang lain

Jari tengah pernah terselip nikmat di antara sepasang bibir merah merekah darah
Tapi, tak juga kuasa menyatukan dua riwayat
Benteng sepuh terlalu tangguh ditembus runtuh

Yang manis yang pahit mengerak lekat di dalam kenangan
Mendera diam-diam bagai jiwa-jiwa tak tenang
Di malam-malam syahdu di siang-siang dadu

Melupakan kenangan…
Seperti meninggalkan jejak di pasir pantai yang tak henti disetubuhi ombak

Tiada lagi yang menemani kesendirian meramaikan kesepian
Hanya makhluk-makhluk bening yang tetap tinggal untuk setia

Mata air mata tak akan pernah kering
Meski menganak sungai selama-lamanya
Menjelma samudera seluas semesta raya tak bertepi


About this entry