Perempuan Berwasiat

Perempuan Berwasiat

Bramantio

Ibunya berwasiat kepadanya:
Nak, di antara sepasang paha mulus molekmu
Ada tiga rahasia besar
Yang pertama telah kaukenal sejak kau belum tahu apa-apa
Yang kedua juga telah kauakrabi sebaik-baiknya
Tapi, yang ketiga berbeda
Ia ada bukan untuk dikenal dan diakrabi sesuka hati
Ia serupa kertas tipis rapuh yang dapat hancur dengan mudah dalam genangan air
Ia milikmu, tapi tidak untuk kaumiliki sendiri
Ia milikmu hanya untuk kaurawat baik-baik
Hingga masa itu tiba
Dan ia akan menjadi persembahan terindah darimu kepada pangeran kebahagiaan.

Ia berwasiat kepada anak perempuannya:
Nak, di antara sepasang paha mulus molekmu
Ada tiga rahasia besar
Yang pertama telah kaukenal sejak kau belum tahu apa-apa
Yang kedua juga telah kauakrabi sebaik-baiknya
Yang ketiga wajib kaukenal dan kauakrabi sedalam-dalamnya
Ia serupa kertas tipis rapuh yang dapat hancur dengan mudah dalam genangan air
Ia juga serupa taman bermain yang menawarkan beraneka kesenangan
Ia milikmu dan untuk kaumiliki sendiri sepenuhnya
Rawatlah ia baik-baik untuk dirimu sendiri
Dan ketika masa itu tiba
Ia tidak akan menjadi persembahan terindah darimu kepada sang pangeran
Kau hanya meminjamkannya untuk kauambil kapan pun kau mau
Ingatlah, Nak!
Sesungguhnya tidak ada pangeran kebahagiaan
Kaulah yang menyediakan kebahagiaan baginya
Kaulah sumber kebahagiaan
Kaulah kebahagiaan


About this entry