Pemenuhan Kehendak

Berpangkal pada Pemenuhan Kehendak

Saturday, 21 August 2010 06:31

Metropolitan, tempat hidup banyak manusia yang telah lebur menjadi satu dalam kepelbagaian dan kompleksitas hidupnya membawa setiap individu didalamnya menghadapi berbagai macam masalah. Manusia dalam berbagai macam dimensinya ditengah-tengah kehidupan metropolitan seolah-olah terperangkap dalam kehendak buta yang menuntut untuk terus dipenuhi. Ego manusia harus terpenuhi, hasrat harus mendapat ruang untuk terpuaskan.

Di tengah-tengah keseharian kita dapat kita temui bahwasannya masyarakat di metropolitan terus menerus berkutat dengan berbagai macam hal yang berpangkal dari pemenuhan kehendak dan hasrat dalam berbagai macam wujudnya. Pertikaian, kekerasan, tindak asusila, kejahatan dan banyak hal lainnya secara jelas dan kasat mata terus terjadi di hadapan kita. Media Massa hari demi hari tak lepas dari pemberitaan yang menggambarkan fenomena semacam ini. Kondisi semacam ini bisa jadi partikular, akan tetapi tetap tak dapat dipungkiri bahwa ia nyata dan ada di dalam kehidupan bermasyarakat kita.

Dalam bahasa Scopenhauer kehendak bersifat transendental, artinya berada pada dunia noumena (dari noumenon yang berarti ‘yang dipikirkan’,’yang tidak tampak’, ‘pikiran’). Karena KEHENDAK bersifat noumena maka menurut Scopenhauer hal tersebut tidak dapat ditangkap oleh pengetahuan rasional yang hanya mampu mengamati dunia fenomenal. Kata kunci dalam filsafat manusia Schopenhauer adalah ‘Kehendak Buta’. Manusia terperangkap dalam suatu keadaan yang yang memaksanya serta membuatnya menjadi seorang individu yang tak kenal kata puas. Manusia senantiasa dirongrong dan disiksa oleh kehendak untuk hidup tersebut. Schopenhauer mengatakan kehendak untuk hidup itu sebagai “dosa asal” (Erbsunde). Jalan keluar untuk lepas dari semua penderitaan ini harus dilakukan oleh manusia sendiri.***

Yesaya Sandang
Pengamat Sosial dari perspektif Buddhis

diambil dari :

http://www.riaumandiri.net/rm/index.php?option=com_content&view=article&id=11342%3Aberpangkal-pada-pemenuhan-kehendak&catid=69%3Akomentar&Itemid=1


About this entry