Payung

Payung. Sebuah klise di musim hujan. Dan semakin klise ketika payung ada di tangan laki-laki. Pada musim hujan, ke mana pun saya pergi sebisa mungkin senantiasa menyertakan payung dalam daftar barang bawaan sekaligus menyiapkan mental, bukan untuk berjalan menerobos hujan disertai angin, tapi untuk sekadar melangkah pelan di hadapan orang lain. Awalnya hal itu sangat sulit saya lakukan, lebih-lebih jika mereka dalam jumlah besar, tapi lama-kelamaan saya menjadi terbiasa bahkan bisa dikatakan tidak lagi peduli. Saya senantiasa heran dengan sikap mereka yang memandang disertai perasaan yang mungkin heran, merendahkan, bahkan menghina lelaki yang membuka payung lalu berjalan di tengah hujan. Saya tak melihat ada yang salah dengan menggunakan payung untuk melindungi diri dari deraan hujan, bahkan tak ada salahnya pula menggunakan payung meskipun ketika cuaca sekadar gerimis atau panas menyengat. Hingga saat saya menulis ini, saya masih heran tentang alasan mereka bersikap atau berpikir bahwa lelaki berpayung seolah sama dengan lelaki kriminal dan dianggap layak menerima hujatan.

~Bramantio


About this entry