Reanimasi

Ada dedaunan telah lama mati bahkan sejak masih berupa rekahan pucuk bayi baru menggeliat menghirup hangat pagi

Mengerut kering nyaris arang tak untuk menjelma bara penyangga keredap retihan anak-anak Agni

Meringkuk peluk-memeluk di dalam sebentuk sarang hampa silinder beling

Serupa hibernasi serupa mati suri

Air menggelegak membaptisnya dalam panas duniawi mengembalikan jiwa-jiwa

Melayang timbul tenggelam berputar berlawanan arah langkah jarum jam hingga tarian gaib uap menginsafi tabiat hantu hadir dan sirna begitu saja seolah tak pernah ada

Kedatangan kering kali kedua menghadirkan saling silang sengkarut menumpah ruah menghamparkan ayat-ayat semesta untuk dibaca mata-mata jurutafsir

Segala tanya terjawab

Segala teka-teki terurai

Segala rahasia terbongkar

Namun segala misteri selamanya senyap dalam gelap

 

~Bramantio


About this entry