Rapuh

Ia melihat:

Seraut wajah hidup yang telah lama mati

Sepasang mata yang nyala api lilin sekarat

Seulas hidung yang cadas lelah

Selarik bibir yang kembang kering

Selembar dahi yang kertas teremas

Lalu membatin:

Ini serapuh keindahan kupukupu

~Bramantio


About this entry