Menyendiri

Adakalanya dalam pengalaman hidup ini kita merasa letih, lesu, kecewa, dan jenuh ditengah-tengah segudang aktivitas dan ragam kesibukan yang ada. Lantas kita pun menarik diri (menyendiri) dari semua hal yang menurut kita menjadi biang keladi keletihan tersebut, dengan harapan lambat laun semangat kita akan pulih untuk kemudian kembali lagi pada segudang aktivitas dan kesibukan yang ada.

Menyendiri memang adalah salah satu mekanisme pertahanan diri manusia yang umum dipraktekan dalam beberapa keadaan, walaupun sebenarnya manusia itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari orang lain. Pada saat-saat seperti ini acapkali kita pergi menjauh dari lingkungan sekitar, pergi memisahkan diri, apalagi kalau menurut kita biang keladi dari kepenatan yang menghampiri adalah orang-orang yang ada disekitar kita. Namun ada perihal yang menurut hemat saya perlu diperhatikan secara seksama jika kita hendak menyendiri, karena sebenarnya dalam keadaan tersebut menurut hemat saya kita tidak pernah benar-benar sendirian. Mengapa demikian? Karena ada diri kita yang lainnya, yang selalu menemani kemanapun kita berada.

Dalam pengalaman menyediri saya, selalu ada kawan diskusi dalam batin yang senantiasa menjadi lawan dialog. Mungkin andapun pernah mengalaminya. Dalam pikiran manusia terdapat suatu daya untuk menghadirkan sosok yang lain, yang bisa menjadi teman untuk bertukar pikiran dalam pikiran yang sama itu sendiri. Daya ini biasa dikenali sebagai suara batin, atau hati nurani, dimana dalam keadaan menyendiri ia menjadi satu-satunya kawan untuk memberikan afirmasi dalam diri, sekaligus memberikan penegasan-penegasan positif untuk kita pulih dari berbagai macam lilitan masalah yang ada. Hanya saja persoalannya kemudian adalah; suara-suara tersebut  dapat pula memberikan pengaruh negatif, yang dapat menjadikan keadaan diawal penyendirian semakin parah.  Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa dalam keadaan menyediri tersebut, pikiran kita mesti tetap diberikan masukan-masukan yang dapat mengarahan kepada dialog-dialog yang positif, yang menguatkan, dan yang mengarahkan kepada resolusi diri untuk keluar dari setiap kepungan masalah yang tengah dihadapi. Positive thinking adalah suatu anjuran psikologi popular yang biasa kita dengar terkait dengan situasi ini.

Oleh karena itu, jika seseorang memutuskan untuk menyendiri, maka menurut hemat saya ia perlu secara sadar mempersiapkan diri agar tidak terjebak kedalam lingkaran negativitas dalam pikirannya dan semakin terbenam dalam meratapi keadaan yang sedang ia hadapi. Hal ini tentunya dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi positive thinking untuk tumbuh, lalu bisa juga dengan memberikan nutrisi kepada pikiran melalui berbagai macam sumber yang dapat membangkitkan dialog-dialog yang optimis-positif.  Oleh karena itu, kalau kita tidak siap untuk menyediri, alangkah lebih baiknya bagi kita untuk mencari pengaruh-pengaruh positif dari sesama.

~ Yesaya


About this entry