Meningkatkan Minat Wisata Sejarah

Berwisata merupakan salah satu kegiatan waktu luang yang dapat diisi dengan berbagai macam aktivitas menyenangkan. Namun berwisata tentunya juga bisa melayani tujuan edukatif, dalam hal ini pendidikan sejarah dan patriotisme. Sebagaimana kita ketahui bersama, sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia sarat dengan peristiwa yang memiliki nilai-nilai patriotisme didalamnya. Patriotisme yang dimaksud disini adalah paham kecintaaan terhadap tanah air. Paham ini mencakup: suatu identifikasi personal (ikatan) terhadap tanah airnya, keprihatinan terhadap kesejahteraan warga tanah airnya, dan pada akhirnya, kerelaan untuk berkorban dalam mewujudnyatakan kesejahteraan bersama itu (Nathanson,1993).

Peristiwa sejarah yang mengadung nilai-nilai tersebut pada akhirnya diabadikan melalui berbagai macam objek, seperti; bangunan bersejarah, Monumen ataupun Museum. Objek-objek inilah yang kemudian dapat menjadi salah satu objek daya tarik wisata.  Dengan demikian, baik pelajaran sejarah dan pendidikan patriotisme dapat dilakukan bukan hanya diruang kelas semata, namun juga dapat dilakukan secara lebih menyenangkan (sembari berwisata).

Pengetahuan ini sebenarnya sudah umum dipraktekan disebagian besar sekolah-sekolah. Dalam hal ini program ‘study tour’ adalah suatu program rutin yang biasa dilakukan untuk memenuhi tujuan tersebut. Namun diluar program study tour (yang biasanya diwajibkan dan merupakan bagian dari proses belajar) berwisata ke objek wisata sejarah tidak selalu menjadi pilihan utama, terlepas dari manfaat yang ditawarkannya. Bisa jadi hal ini disebabkan karena objek wisata tersebut dianggap kurang menarik dan membosankan. Oleh karena itu, diperlukan beberapa upaya ‘penyegaran’ agar minat berwisata ke objek wisata sejarah dapat lebih ditingkatkan.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan atraksi dan event-event pendukung yang menarik. Misalnya melalui penambahan theater audio-visual yang menyajikan kisah-kisah patriotisme, mengadakan eksebisi fotografi dan juga lomba-lomba bertema sejarah (patriotisme). Tidak hanya itu, upaya lain juga dapat dilakukan dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanan yang ada. Mengingat pentingnya elemen informasi, disarankan untuk mengadakan penambahan sarana informasi pada kawasan wisata sejarah. Sarana informasi yang dimaksud adalah sarana informasi baik melalui media tulisan, rekaman suara maupun jasa pemanduan. Selain terus merawat dan melengkapi koleksi sejarah yang ada, perlu juga diberikan pelayanan pemanduan, brosur yang berisi ilustrasi dan kisah-kisah sejarah agar para wisatawan dapat terbantu dalam menelusurui peristiwa dan makna yang dikandung didalamnya. Upaya ini dapat ditempuh misalnya dengan mengubah tata pamer koleksi yang terdapat di dalam kawasan wisata sejarah lewat model pengelompokan koleksi tematis sehingga terbentuk alur cerita. Lebih jauh, perlu ditingkatkan pula upaya promosi melalui publisitas kepada masyarakat luas mengenai keberadaan kawasan wisata sejarah yang ada, sehingga minat kunjungan terhadap objek wisata sejarah dapat ditingkatkan sekaligus memperkuat wawasan patriotisme generasi penerus bangsa.

~ Yesaya


About this entry